Halo perkenalkan nama saya Ruri Rahmaniar mahasiswa Politeknik Negeri Bandung jurusan Akuntansi dengan program studi D4-Keuangan Syariah. Sa...

Ruri Rahmaniar - Akutansi D4 Keuangan Syariah, Politeknik Negeri Bandung




Halo perkenalkan nama saya Ruri Rahmaniar mahasiswa Politeknik Negeri Bandung jurusan Akuntansi dengan program studi D4-Keuangan Syariah. Saya alumni SMAN 17 Bandung. Disini saya akan menceritakan perjuangan saya untuk masuk ke perguruan tinggi negeri dan perjalanan saya selama menjalani masa SMA sehingga menjadi seorang mahasiswa.

------

Pada kelas 10 saya langsung di juruskan ke jurusan IPS. Awalnya saya tidak mau menjadi anak IPS. Tapi, guru saya memberi motivasi bahwa tidak buruk untuk menjadi anak IPS, dan meyakinkan bahwa saya juga bisa berprestasi di kelas IPS ini. Terbuktilah pada semester 1 dan semester 2 saya mendapatkan peringkat 3. Pada masa itu saya masih buta akan pengetahuan tentang perkuliahan.

Kemudian naik ke kelas 11 saya mendapatkan kelas yang sebagian besar muridnya adalah laki-laki dan sebagian kecilnya adalah perempuan. Walaupun begitu tidak menutup jalan saya untuk menjadi siswa berprestasi. Selama kelas 11 saya selalu mendapatkan peringkat pertama di kelas. Sebenarnya pada masa ini, saya suka sekali main ke tempat yang bernuansa alam. Karena itu membuat saya nyaman dan mendapatkan kesenangan tersendiri. Namun saya juga tidak lupa akan kewajiban saya untuk belajar. 

Pada masa ini juga saya mulai termotivasi untuk masuk kuliah jurusan apa dan dimana. Teman saya sering kali membicarakan seseorang yang cukup terkenal di instagram waktu itu, dia lulusan SMAN 3 Bandung dan dia masuk ITB di jurusan Sekolah Bisnis Manajemen melalui jalur SNMPTN. Dari situ saya dan teman saya bercita-cita untuk menjadi mahasiswa disana dengan jurusan yang sama pula.

Finally, di kelas 12 saya mulai mengalami kejenuhan dalam belajar. Padahal seharusnya saya mulai belajar bener-bener itu disini. Alhasil nilai UN Saya pun kurang memuaskan, ditambah jauhnya materi-materi yang diberikan dengan soal-soal yang keluar. Saya juga cukup menyesali hal tersebut, karena tidak bisa memaksimalkan waktu untuk belajar. Pada masa ini juga saya mulai merubah keinginan saya untuk masuk perguruan tinggi negeri mana, karena dengan kemampuan saya yang kurang saya mulai pesimis untuk masuk ke ITB.

Saya memutuskan untuk memilih UPI dengan jurusan Akuntansi melalui jalur SNMPTN, namun ternyata saya ditolak. Selagi menunggu hasil SNMPTN dan UN saya mencoba mendaftarkan diri ke POLBAN melalui jalur PMDK dengan memilih program studi Akuntansi Manajemen Pemerintahan, melalui jalur ini saya juga ditolak. Namun perjuangan saya tidak sampai disitu saja, saya juga mencoba jalur SBMPTN ke UIN dengan memilih jurusan Administrasi Negara. 

Dengan latihan soal seadanya saya mencoba belajar dengan sungguh-sungguh, dan ternyata soal SBM tahun 2016 berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Alhasil saya pun ditolak kembali. Sedih rasanya, ingin marah tapi salah sendiri. Saya sempat merasa putus asa dan tidak memiliki semangat untuk kuliah lagi. Tapi sepupu saya menyarankan untuk mengikuti jalur tes SMB POLBAN. Tadinya saya tidak mau untuk mengikuti tes-tes seperti itu lagi, capek juga rasanya. Tetapi saya juga berpikir apa yang akan saya lakukan jika tidak kuliah, mau kerja pun saya tidak punya keahlian apa-apa.

Dengan tekad mencoba sekali lagi untuk yang terakhir kalinya. Saya mencoba untuk mendaftar SMB POLBAN, program studinya pun dipilihkan oleh kakak sepupu saya. Karena saya juga masih bingung untuk memilih program studi apa disana. Kaka sepupu saya menyarankan untuk memilih empat program studi Non-Rekayasa. Tapi, ternyata peraturannya hanya memperbolehkan untuk memilih dua prodi non-rekayasa dan dua prodi rekayasa. Dan saya terlanjur sudah membeli pin untuk empat program studi. 

Saya pun merasa sangat kesal, padahal saya sudah membaca peraturan tata tertibnya berulang-ulang, tetapi masih saja saya melakukan hal yang ceroboh. Karena sudah terlanjur akhirnya saya pun mengisi untuk prodi rekayasa dengan memilih prodi teknik konstruksi gedung dan teknik proses manufaktur, padahal saya buta sekali dengan pelajaran fisika dan kimia. Untuk prodi non-rekayasa saya memilih prodi keuangan syariah dan administrasi bisnis.


Karena sudah terlanjur tadi, saya pun menjalaninya dengan ikhlas dan belajar dengan benar melalui soal-soal SMB tahun lalu. Saya belajar dengan kondisi rumah ramai karena akan mempersiapkan pernikahan kaka sepupu saya, dan saya bisa belajar dengan tenang ketika satu minggu sebelum tes berlangsung. Saya sangat bersyukur karena soal-soal yang saya pelajari tidak berbeda jauh dengan soal yang keluar ketika saya tes. Hanya saja saya sudah pusing duluan ketika melihat soal-soal untuk tes prodi rekayasa. 

Saya cukup optimis pada saat itu, dan Alhamdulillah saya tidak ditolak lagi, saya diterima di program studi Keuangan Syariah walaupun sebenarnya saya tidak pernah kepikiran untuk memilih prodi tersebut.  Saat itu saya sangat senang sekali karena perjuangan saya tidak sia-sia. Dari situ saya sadar bahwa Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, namun Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan nanti. Maka dari itu, saya harus menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan-Nya kepada saya.


1 komentar:

  1. Kak boleh cerita ga ttg keuangan syariah? Saya juga ada niatan mau masuk kesana tapi pengen caritau dulu gimana kegiatan keuangan syariah slm dikampus. Semoga kaka bisa bantu jelasin makasih ka

    BalasHapus